Awalnya hanya ingin melihat video sebentar. Lalu muncul penjual yang sedang memperagakan tas, menjelaskan bahan pakaian, atau mencoba alat dapur. Penonton bertanya, penjual menjawab, dan beberapa menit kemudian barang sudah masuk keranjang. Inilah pengalaman belanja yang ditawarkan live shopping.
Bagi pelaku usaha, format ini membuka kesempatan untuk menunjukkan produk sekaligus berbicara langsung dengan calon pembeli. Pertanyaan yang biasanya tertahan di kolom chat bisa dijawab saat itu juga. Namun, agar kegiatan siaran membawa hasil bagi bisnis, penjual perlu menyiapkan lebih dari kamera dan koneksi internet.
Live Shopping di Tengah Pertumbuhan Belanja Lewat Video
Besarnya peluang ini terlihat dari perkembangan video commerce di Indonesia. Dalam publikasi e-Conomy SEA 2025 pada 13 November 2025, Google Indonesia menyebut volume transaksi video commerce tumbuh 90% dibandingkan tahun sebelumnya hingga mencapai 2,6 miliar transaksi. Angka tersebut mencakup perdagangan melalui video secara luas, termasuk format di luar siaran langsung.
Perhatian terhadap live shopping berlanjut pada 2026. Liputan Bisnis.com pada 8 Oktober 2026 menyoroti kebutuhan UMKM beradaptasi dengan belanja interaktif serta hadirnya perangkat untuk membantu penjual mengelola siaran dan menghitung biaya berjualan.
Bagi pemilik usaha kecil, perkembangan ini layak dijadikan alasan untuk melakukan percobaan terukur. Hasilnya perlu dinilai dari pesanan yang selesai, biaya yang dikeluarkan, dan kemampuan melayani pelanggan setelah siaran berakhir.
Berikan Jawaban yang Sulit Didapat dari Foto
Kekuatan siaran langsung ada pada kesempatan memperlihatkan detail. Foto tas bisa menunjukkan desain, sementara demonstrasi dapat memperlihatkan apakah laptop muat di dalamnya, bagaimana bentuk kantongnya, dan seperti apa ritsletingnya ketika digunakan.
Prinsip yang sama dapat diterapkan pada berbagai produk. Penjual hijab bisa memperlihatkan ketebalan kain dan cara bahan jatuh saat dikenakan. Penjual perlengkapan rumah dapat menunjukkan ukuran barang dengan pembanding yang mudah dikenali.
Mulailah dari pertanyaan pelanggan yang paling sering muncul. Pertanyaan itu bisa menjadi bahan siaran yang lebih berguna daripada mengulang harga dan ajakan membeli sepanjang waktu. Jelaskan juga keterbatasan produk agar calon pembeli dapat menilai kecocokannya.
Pilih Sedikit Produk agar Penjelasannya Lebih Jelas
Untuk percobaan awal, pilih beberapa produk yang benar-benar dipahami. Menyiapkan tiga produk dengan demonstrasi yang jelas memberi ruang untuk menjawab pertanyaan, membandingkan varian, dan mengulang informasi bagi penonton yang baru masuk.
Susun alur sederhana sebelum mulai siaran:
- Perkenalkan kegunaannya. Jelaskan kebutuhan yang dapat dibantu oleh produk tersebut.
- Tunjukkan detail penting. Perlihatkan bahan, ukuran, fungsi, dan pilihan varian secara dekat.
- Jawab keraguan pembeli. Gunakan pertanyaan nyata sebagai panduan penjelasan.
- Jelaskan penawaran. Sampaikan harga, isi paket, stok, dan syarat promosi secara akurat.
- Arahkan cara membeli. Pastikan penonton mengetahui produk dan varian yang perlu dipilih.
Gunakan pencahayaan yang membuat produk terlihat jelas dan suara yang mudah didengar. Untuk tahap awal, peralatan yang tersedia bisa dipakai selama hasilnya cukup membantu penonton memeriksa barang.
Hitung Hasil Penjualan Setelah Semua Biaya
Sebelum menawarkan diskon, hitung biaya yang terkait dengan setiap pesanan. Selain modal barang, perhatikan biaya platform, komisi afiliasi jika digunakan, kemasan, subsidi promosi yang ditanggung penjual, serta biaya tenaga atau iklan untuk menjalankan siaran.
Sesudah siaran, cocokkan catatan tersebut dengan pesanan yang benar-benar dibayar dan diselesaikan. Pembatalan serta pengembalian barang juga perlu masuk evaluasi. Dengan begitu, keputusan melanjutkan promosi didasarkan pada hasil usaha yang lebih utuh.
Jumlah penonton tetap berguna untuk membaca jangkauan. Untuk menilai keberhasilan bisnis, lengkapi dengan jumlah klik produk, pesanan selesai, biaya per pesanan, dan sisa hasil penjualan setelah biaya yang relevan.
Gunakan Setiap Siaran untuk Memperbaiki Penawaran
Jika banyak orang bertanya tentang ukuran, perbaiki panduan ukuran di halaman produk. Jika penonton kesulitan membedakan varian, sederhanakan nama dan tampilannya. Percakapan selama live dapat menjadi bahan untuk memperbaiki pengalaman belanja secara keseluruhan.
Uji perubahan secara bertahap. Misalnya, gunakan produk dan penawaran yang sama sambil mencoba dua waktu siaran berbeda. Catat hasil beberapa sesi sebelum mengambil keputusan, karena satu siaran belum cukup untuk menunjukkan pola yang konsisten.
Pengalaman pembeli juga berlanjut setelah checkout. Stok yang sesuai, pengiriman tepat waktu, dan penanganan keluhan yang jelas perlu mendapat perhatian yang sama dengan kegiatan promosi.
Live shopping memberi ruang bagi usaha kecil untuk menjelaskan nilai produknya secara langsung. Mulailah dari produk yang dikuasai, dengarkan pertanyaan pembeli, lalu perbaiki proses berdasarkan hasil. Penjualan berikutnya akan lebih layak dikejar ketika setiap pesanan dapat dilayani dengan baik dan tetap memberi keuntungan bagi usaha.
Sumber: Google Indonesia, publikasi e-Conomy SEA 2025, 13 November 2025; Bisnis.com, “Menilik Tren Belanja Interaktif, UMKM Dituntut Bisa Livestreaming”, 8 Oktober 2026.